Ulasan Lengkap BMW E46, Benarkah Gampang Rusak? (Bag. 5)

Aloha! Kali ini kami membahas generasi ke-empat BMW Seri 3 yaitu BMW E46, simak terus.

dwaproject bmw e46

BMW E46 mulai diproduksi sejak 1998 sampai 2005 akhir. Modelnya pun bermaca-macam, mulai dari:

Sedan 4 pintu


Coupe 2 pintu


Sedan convertible 


Wagon atau Estate 5 pintu


Sedan Hatchback




Menurut kami memang yang model compact desain bagian depannya agak aneh dan jelek. Mungkin hal itu juga yang membuatnya kurang populer. Tapi kembali ke selera masing-masing.

BMW E46 ini juga memiliki banyak varian dan tipe mesin. Agar lebih mudah, kami lampirkan tabelnya:

DESAIN


Desainer body BMW E46 terdiri dari beberapa orang, yaitu Erik Goplen (DesignworksUSA)
Chris Bangle and Dr. Wolfgang Reitzle. Mereka memiliki peran masing-masing.

Di Indonesia, model desain yang paling banyak beredar adalah versi sedan 4 pintu. Karena model ini paling diutamakan penjualannya oleh BMW Indonesia, sedangkan versi coupe, wagon, convertible dan M3 lebih banyak masuk lewat importir umum.

MESIN


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, varian mesin E46 cukup bervariasi mulai dari 316i yang menggunakan mesin 1600cc 4 silinder, sampai versi M3 tertinggi menggunakan mesin 3200cc 6 silinder.

Pada E46, BMW belum menggunakan teknologi turbo di semua mesinnya. Namun, meski begitu, mesin naturally aspirated BMW banyak memenangkan penghargaan The Best Engine of The Year.

Selain menggunakan mesin bensin, E46 juga ada yang memakai mesin diesel. Berikut adalah tipe dan kode mesin diesel E46:

Sayangnya mesin diesel BMW E46 sangat jarang ditemui di Indonesia. Karena memang produksi varian diesel E46 tidak sebanyak versi bensin. BMW mulai gencar memasarkan sedan dieselnya di Indonesia pada F30 dan F10 yang akan kita bahas di artikel selanjutnya.

SASIS DAN DIMENSI


E46 termasuk sedan sporty yang terkenal handlingnya sangat baik. Tak heran banyak E46 yang digunakan sebagai mobil drifting ataupun roadrace. Handling yang baik itu karena dimensi E46 yang tidak terlalu besar atau terlalu kecil.


Bahkan BMW sendiri mengklaim sasis E46 70% lebih rigid dibanding BMW E36, model terdahulunya.

Namun sayangnya karena termakan usia, subframe BMW E46 kini menimbulkan masalah. Rata-rata subframe E46 rentan retak, jadi banyak modifikator BMW memberi penguatan pada subframenya.

FITUR DAN TEKNOLOGI


Kecanggihan teknologi E46 tidak banyak berubah dibanding E36, masih menggunakan teknologi VANOS, climate control digital, Antilock Braking System, Active Stability Control, dll. Hal baru di E46 yaitu BMW menyematkan teknologi triptonic di transmisi maticnya dan dual SRS Airbag di tipe paling rendah.

Untuk mesin M54 6 silinder, BMW sudah memakai Dual VANOS di mesinnya, serta throttle by wire sudah dipasang di M54 dan N42-N46.

Bicara soal fitur, BMW yang masuk ke Indonesia tidak menyama-ratakan kecanggihan fitur-fiturnya di semua tipe E46.

BACA JUGA:



Pada tipe 323i dan 325i, BMW menyematkan arm rest di konsol tengah, sementara di 318i tidak ada. Lalu tirai kaca belakang ada di 325i, tapi di 318i tidak. Speaker di 325i ada 8 buah, sementara di 318i hanya 6. Di 323i dan 325i terdapat lampu pada vanity mirrornya, tapi tidak di 318i.

Bisa dibilang, 318i adalah downgrade fitur dari 323i atau 325i. Mungkin karena alasan harga jual yang membuatnya berbeda.

Di versi 330i dan M3, BMW lebih banyak memasukkan fitur tambahan seperti sunroof, steering control button, cruise control, jok semi bucket, projector light, LED stoplamp dan masih banyak lagi.

FACELIFT DAN PRE-FACELIFT


Sejak kemunculannya pada 1998 hingga 2005, E46 mengalami satu kali facelift. Mobil produksi 1998 hingga 2002, dikenal dengan model pre-facelift. Setelah 2002 sampai masa akhir produksinya, dikenal sebagai facelift model.

Perbedaan yang terlihat jelas antara pre-facelift dan facelift yaitu di bagian eksteriornya. Mulai dari bumper depan, headlight, grill, hingga lampu sein, terlihat jelas bedanya.

BMW E46 Pre-Facelift

BMW E46 Facelift

Selain eksterior, mesin pre-facelift dan facelift juga berbeda. Di E46 318i pre-facelift masih menggunakan kode mesin M43B19, sedangkan 318i facelift sudah mengusung mesin N42B20 dan N46B20.

E46 M3


Varian terkencang dari E46 adalah M3. Mobil ini diperkenalkan pertama kali pada Oktober 2000 dan menggunakan mesin S54B32 6 silinder yang powerfull. Tenaga yang dihasilkan mencapai 338 horsepower, bahkan yang versi CSL, mampu memuntahkan tenaga sampai 355 HP.

Mesin S54 mampu berteriak sampai 8000 RPM dan menggunakan individual throttle body di setiap silindernya.

Transmisi yang digunakan E46 M3 yaitu 6 speed manual dan 6 speed SMG automatic yang perpindahan giginya jauh lebih responsif dibanding triptonic standar.

Akselerasi E46 M3 diklaim BMW dari 0-100 Km/h dapat ditempuh dalam 5,1 detik. Sedangkan top speednya mencapai 250 km/h, itupun sudah dibatasi oleh control ECU-nya, jika dilepas, top speednya bisa mencapai 300 Km/h, super kencang.

Varian spesial dari E46 M3 adalah CSL (Coupe Sport Leichtbau atau Coupe Sport Lightweight). Seperti namanya, M3 CSL adalah versi ringan dari M3 standar. Karena M3 CSL sudah menggunakan atap berbahan carbon fiber utuh. Ini juga menjadi cikal bakal penerapan atap carbon fiber di BMW.

Tenaganya juga beda 17 HP berkat intake yang lebih besar, camshaft lebih tajam, dsb. M3 CSL juga hanya diproduksi 1300 unit di seluruh dunia.


MASALAH E46 DI INDONESIA


Seperti yang sudah dijelaskan diatas, E46 yang banyak beredar di Indonesia adalah 318i, 323i dan 325i sedan. Dan karena termakan usia, banyak E46 yang kondisinya tidak bagus, membuat pemiliknya harus sering berurusan dengan bengkel.

Berikut kami jabarkan masalah apa saja yang sering terjadi di E46:

Mesin

Versi 318i memakai mesin M43B19, N42B20 dan N46B20. Banyak mekanik yang bilang bahwa mesin M43B19 jauh lebih reliable dibanding yang lain. Alasannya karena teknologi M43B19 masih sederhana.

Di dalam headernya masih menggunakan 2 klep SOHC serta belum pakai teknologi VANOS. Selain itu M43B19 belum memakai blok mesin aluminium. Serta throttlenya masih menggunakan kabel gas.

Berbeda dengan N42B20 dan N46B20, di mesin ini teknologinya mulai kompleks karena memakai DOHC dan VANOS. Serta blok mesinnya terbuat dari aluminium.

Pada kenyataanya, mesin N42B20 dan N46B20 banyak mengalami bocor oli di seal packingnya. Mesin sering ngelitik dan beberapa kasus sering terjadi overheat.

Untuk versi mesin M54, juga cukup banyak memunculkan masalah. Tapi tidak serewel N42 dan N46. Bisa dibilang mesin M54 lebih bandel dari N42-N46, namun lebih manja dibanding M43.

Untuk permasalahan cooling system, semua tipe mesin E46 juga cukup rawan overheat. Penyebabnya cukup kompleks. Beberapa pakar menyebutkan bahwa mesin BMW menggunakan pendingin berbeda dengan mobil Jepang. Selain itu usia mobil juga berpengaruh. Ditambah lagi, banyak spare part KW yang beredar di Indonesia. Hal ini membuat BMW dikenal gampang overheat di jalan.

Elecronic

Kerusakan yang paling sering dialami E46 bagian elektrik yaitu di power window yang sering macet, Indikator ABS yang sering error, remote kunci yang sudah tidak berfungsi, dan instrumen speedometer yang sering bermasalah.

Kaki-Kaki

Langganan problem di E46 yang beredar di Indonesia yaitu bushing arm dan wishbone arm yang sering sekali aus. Faktor jalanan di Indonesia yang kurang bagus banyak dijadikan kambing hitam.

Gearbox

Salah satu penyakit E46 yang menjadi momok yaitu transmisi maticnya. Di Indonesia, E46 yang beredar mayoritas bertransmisi matic, dan banyak kasus matic jebol karena kurangnya perawatan.

Untuk lebih memudahkan Anda mengenali penyakit BMW E46, kami sudah membuatkan tips nya dalam video dibawah ini:


Itulah penjelasan kami tentang BMW E46, generasi ke empat dari BMW Seri 3. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Selanjutnya kita akan membahas generasi Seri 3 kelima dari BMW di artikel selanjutnya. See You at Next Article..

Jika Anda sedang mencari mobil BMW dijual, silakan kunjungi Situs Jual Beli Mobil MobilMan.id karena disana ada banyak mobil BMW dijual.

Posting Komentar

0 Komentar